Daerah

Budaya Gotong Royong Kang Bupati Sugiri, Berfikir Out Of The Box Membangun Ponorogo

Ponorogo,jarrakpos.com-Gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia sejak dulu kala. Diera modern ini, seakan mulai tergerus oleh budaya-budaya luar.

Namun, semenjak Sugiri Sancoko menjadi Bupati Ponorogo, budaya gotong royong dalam membangun Kota Reog, mulai terlihat bersemi kembali.

Sebut saja, face off jalan HOS Cokroaminoto. Jalan tengah kota Ponorogo itu disulap menjadi jauh lebih indah, lebih tertata rapi dan menjadi jujugan wisata. Dana miliaran untuk pembangunan didapat dari urunan atau gotong royong berbagai elemen masyarakat. Entah itu dari organisasi masa, pengusaha, partai politik, koperasi hingga Perbankan.

Mereka bahu membahu untuk bergotong royong menjadikan Jalan HOS Cokroaminoto sebagai salah satu icon penting Kota Reog.

Tak cukup disitu, budaya gotong royong juga dirasakan ditengah-tengah masyarakat. Warga bahu-membahu bersama sama membersihkan lingkungan mulai aliran sungai, halaman hingga jalan. Salah satu tujuannya berupaya mencegah banjir.

Teknologi merubah sampah menjadi briket, juga merupakan salah satu inovasi untuk menanggulangi sampah sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Terbaru, warga semakin semangat bergotong royong untuk memperbaiki jalan-jalan rusak dan jembatan diwilayahnya. Urunan semen, urunan pasir dan apapun untuk memperbaiki jalanan berlubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Dimana pemerintah daerah ? Tak hanya semangat gotong royong yang dimunculkan oleh Kang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, namun tindakan nyata juga telah dilakukan.

“Pemerintah Daerah memilki kewajiban untuk membangun dan memperbaiki fasilitas umum untuk masyarakat, seperti jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya. Namun demikian, harus dipahami, ada mekanisme yang dilalui untuk melaksanakan program program itu. Mengatur anggaran tak semudah membalikkan tangan. Apalagi, saat Bupati Sugiri dilantik tahun 2021, APBD masih menggunakan kebijakan sebelumnya. Nah baru tahun 2022 ini sebagai pembuktian seutuhnya,”jelas Endro Saputro salah satu warga, saat bincang santai, Minggu (16/1).

Bapak satu anak itu juga tak menampik, jika banyak masyarakat yang melontarkan kritikan pedas dan tajam pada kebijakan Bupati Sugiri dalam memperbaiki infrastruktur. “Namanya masyarakat, pastilah ada yang kritik, itu wajar. Namun, jangan sampai berlebihan dan membabi buta. Apalagi jika ada kepentingan terselubung. Kita positif thinking saja, beri ruang Kang Bupati Sugiri Sancoko bekerja. Beliau ini belum genap 1 tahun memimpin Ponorogo. Namun demikian mari kita kawal prosesnya, kita dukung, kita doakan yang terbaik, demi kepentingan yang lebih besar yaitu untuk masyarakat Ponorogo,”jelasnya panjang lebar.

Sepanjang tahun 2021, lanjutnya, berbagai perubahan dan percepatan telah dapat dirasakan oleh masyarakat. “Lompatan lompatan sudah mulai dilakukan, bidang pendidikan yang bekerjasama dengan Oxford University, belum lagi kerjasama dengan berbagai investor hingga ide pasar krempyeng. Saya rasa masih banyak lagi,”ungkapnya.

Disela sela agenda kegiatan yang padat, Kang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, budaya gotong royong ini penting agar masyarakat agar mempunyai rasa memiliki. “Sempat tergerus, tapi terus kita gelorakan semangat kebersamaan dan gotong royong, untuk membangun Ponorogo”katanya.

Mengenai infrastruktur, Bupati Sugiri telah mempersiapkan seluruhnya dengan baik dan matang. Perbaikan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya telah dimasukkan dalam program skala prioritas ditahun 2022. “Tak hanya infrastruktur saja, mulai pendidikan, kesehatan, pertanian juga akan dilakukan percepatan untuk menuju Ponorogo Hebat,”paparnya

Pun demikian, ditahun 2021, Pemerintah Daerah juga telah melakukan berbagai program percepatan. “Ditengah Pandemi seperti ini, memang ada berbagai kesulitan dalam menjalankan gagasan untuk pembangunan, karena fokus untuk Covid19. Namun demikian, justru dalam kondisi ini, berbagai ide percepatan muncul. Berfikir out of the box, berfikir dan menciptakan gagasan diluar kebiasaan untuk membangun Ponorogo telah dilakukan. Bahkan direncanakan monumen Reog akan dibangun di wilayah Gunung Gamping Sampung, termasuk menggarap sektor pariwisata lainnya. Marilah kita bersama-sama, bergotong-royong, bahu membahu membangun kota kita tercinta,”pungkasnya. (ad/dd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button