Daerah

Berkualitas Internasional, Kang Bupati Sugiri Lepas Eksport Perdana Temulawak Dan Kunyit Ke India

Ponorogo,jarrakpos.com Kualitas yang bagus diatas rata-rata, membuat Temulawak dan Kunyit Di Ponorogo tembus pasar Internasional. Terbukti, dua komoditas itu, telah di ekspor untuk pertama kalinya ke India.

Bahkan dua kontainer Temulawak dan Kunyit seberat 50 ton, dilepas langsung Kang Bupati Sugiri Sancoko, di desa Broto, Slahung, Senin (21/3).

Selain itu, Ekspor Perdana itu juga dihadiri Asisiten Debuti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Perwakilan dari PT. ASTRA.

Khoirul Sholeh, Asisten Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian, mengatakan, ini wujud kolaborasi antara Pemerintah, Swasta dan Komunitas untuk mengoptimalkan produksi unggulan di daerah-daerah, terutama di Ponorogo. “Dengan komoditas rempah seperti Temulawak dan Kunyit supaya lebih memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dan berharap dapat berdampak pada ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Kang Bupati Sugiri Sancoko mengapreasiasi pada Astra yang telah membantu dalam Ekspor Temulawak dan Kunyit ini ke India. “Ada dua kontainer yang diberangkatkan, sebesar 50 ton,”tandasnya.

Bupati Sugiri juga berharap komoditi rempah-rempah di Ponorogo dapat semakin meningkat, apalagi kualitasnya juga sangat baik. “Ini ada teknologi baru dari solar dum, walau sederhana tapi mampu mengeringkan yang layak standar untuk ekspor dan internasional. Kita juga mendorong agar India terus mengambil rempah dari Ponorogo, termasuk negara-negara lainnya,”katanya.

Kang Giri melanjutkan, untuk menjaga stok dan permintaan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Perhutani. “Saya mengingatkan komoditas Jahe, Kunyit dan Temulawak yang kita miliki ini top, dan hampir terlupakan. Sekarang, bisa jadi tambang ekonomi. Tentu, kerjasama dengan berbagai pihak akan terus dilakukan,”paparnya.

Temulawak dan Kunyit dibutuhkan oleh Negara India digunakan sebagai bahan kosmetik hingga masakan. Nilai eksport perdana sebesar 50 ton diperkirakan senilai 800 juta rupiah.(dd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button