Berita

Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kampung NUSA, LPPM STIE Ganesha Kupas Strategi Ketahanan Pangan Pasca Covid-19

Tangerang Selatan,jarrakpos.com – Strategi Ketahanan pangan pasca Pandemi Covid-19 menjadi isu menarik oleh kalangan akademisi untuk dikupas tuntas. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional yang diselenggarakan LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha (Rabu, 15 Juni 2022), tema ini diangkat dan dibahas oleh akademisi lintas perguruan tinggi dan organisasi masyarakat tingkat nasional.

Peserta Pengabdian Masyarakat didikuti oleh kalangan ratusanosen lintas perguruan tinggi dan anggota Kelompok Wanita Tani Kota Tangerang Selatan (KWT) baik secara offline maupun online.
Hadir secara langsung, sebagai narasumber atau pembicara, Ketua LPPM STIE Ganesha, Dr. Adhy Firdaus, SE., MM, Prof. Dr. Ir. Koesmawan, M.Sc., MBA., Ph.D, Guru Besar Manajemen ITB Ahmad Dahlan, Dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc dari Ahlina Institute Jakarta, dan hadir secara tidak langsung Dr. Rudy S Wenas, SE., MM dari Universtas Sam Ratulangi Manado, Dr. Yan Agustinus, SE., MM dari Universitas Port Numbay, Papua dan perwakilan Universtias Kadiri, Kediri, Pamadya Vitasmoro, S.Pd., M.Pd.
“ Stake Holder kegiatan ini terdiri dari LPPM STIE Ganesha, Ahlina Institute dan Forum Kota Sehat (FKS) Kota Tangerang Selatan, konsep Kampung Nusa merupakan perpaduan kolaborasi bersama dalam rangka ketahanan pangan. STIE Ganesha dengan sumberdaya yang mumpumi siap untuk mewujudkan nya” Imbuh Dr. Adhy Firdaus, dalam materi tertulis.
Ketua LPPM STIE Ganesha ini menerangkan bahwa dampak dari Pandemi Covid -19 menimbulkan gelaja 5 C antara lain Covid dan variannya, Commorbid, Cancer, Calamity dan Catastrophe. Yang paling terasa dampaknya adalah sektor ekonomi dalam hal ini ketahanan pangan. salah satu alternatif dengan pembentukan Kampung NUSA.
Menurut Adhy, langkah kongkrit dengan Penanaman Pohon pangan tumpang sari (5 jenis pohon terbaik) dan Pembudidayaan Protein (ikan dan ayam). 5 jenis pohon terbaik yakni Pohon Penghasil biji2an : padi2an dan umbi2an, Pohon bambu merupakan pohon terbaik untuk mengatasi perubahan global seperti bencana, Pohon buah2an berbiji banyak (anti oksidan) seperti papaya, jambu, delima , markisa. Pohon Pisang sangat baik dari sisi nutrisi dan ekonomi dan Pohon tanaman sayur mayur dan rempah2an seperti jahe, kunyit,sereh, jeruk lemon dan gula aren
Ditempat yang sama, guru Besar ITB Ahmad Dahlan, Prof. Dr. Ir. Koesmawan, M.Sc., MBA., Ph.D memberikan catatan tentang situasi pasca covid 19. Prof Koesmawan menjelaskan ada beberapa Aspek yang meliputi Konsep Ketahanan Pangan dimana diantaranya yaitu Aspek Ketersediaan Pangan, Aspek Akses Pangan, dan Aspek Pemanfaatan Pangan.
“ Kita harus optimis bahwa para petani mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi negeri ini. Petani Indonesia adalah petani yang bersahaja karena mereka akan terus menjalankan kegiatan pertaniannya meskipun belum tahu kepastian harga komoditas ketika panen nanti. Petani adalah pahlawan pangan bagi bangsa ini yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Kesiapan para petani perlu didukung dengan berbagai kebijakan. harus optimis bahwa para petani mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi negeri ini.” Tutur Prof. Koesmawan dalam paparan nya.
Narasumber lainnya, Dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc dari Ahlina Institute Jakarta dan Inisiator kampung NUSA menambahkan bahwa Kampung NUSA (Nutrisi Surgawi ) menjadi platform baru pembentukan desa mandiri , berdaya dan berdaulat dengan komponen utama yakni penduduk dan keluarga.
“Ahlina Institute mengadakan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok masyarakat Kampung NUSA mulai dari perencanaan hingga evaluasi secara bersama sama guna mendukung ketahanan pangan di desa” Ucap Dr. Tifa
Dr. Tifa menambahkan, ada beberapa Tujuan dan manfaat Kampung NUSA, yakni Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi lahan dan pekarangan, Peningkatan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman pangan, peternakan dan hasil limbah menjadi pupuk kompos.
Selanjutnya mengembangkan sumber bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan lahan dan melestarikan tanaman lokal untuk masa depan, Mengembangkan ekonomi produktf keluarga yang mampu mensejahterakan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau asri sehat dan mandiri.
Menurutnya, Kampung NUSA disusun mencakup dalam aspek ketersediaan, keterjangkauan pangan dan pemanfaatan pangan dengan memperhatikan keamanan dan gizi pangan. Terdapat 3 type, Type A. Luas lahan minimal 10.0002m, Type B luas lahan 5000-10.000m2 dan type c luas lahan 1000-50002m.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button