Daerah

Cangkruan Ngaji Budaya (CNB) Ikut Andil Dalam Inisiasi Perda Pemajuan Budaya Kota Malang

Malang,JatimJarrakpos.com-“Duduk ngopi ngobrol sambil ngudud (ngerokok) antara beberapa pengurus Cangkrukan Ngaji Budaya (CNB) dan membicarakan hal-hal yang sedang hangat dan trending topik di Kota Malang. Dalam kesempatan tersendiri pak Walikota mengatakan bahwa sangat penting dimasukkannya pendidikan karakter ke dalam pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Hal tersebut sudah dimulai oleh kelompok CNB dengan menginisiasi munculnya Perda Pemajuan Budaya Kota Malang. Di dalam Perda itu nanti akan membuat banyak bangkit dan hidupnya kembali padepokan-padepokan seni yang selama ini sudah mati enggan, hidup tak mau. Cangkrukan, Selasa 22 Juni 2022

Segala macam pertunjukan seni, adat istiadat dll akan lebih mudah dalam melakukan kegiatannya terutama nanti dalam hal pembiayaannya. Ini sama dengan apa yang pernah dipaparkan oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina di CNB, bahwasanya sudah saatnya Kota Malang mempunyai sebuah Perda yang mengatur tentang pemajuan budaya. Budaya tidak hanya sebatas seni semata. Didalam budaya itu ada 10 pokok instrumen budaya sesuai dengan hasil Kongres Budaya tahun 2018 dan sudah dijadikan sebuah UU tentang Pemajuan Budaya.

Selanjutnya Ketua Dewan Pembina juga menututkan bahwa jika ada orang luar CNB yang berstigma negatif terhadap CNB bisa dipastikan bahwa unsurnya jelas 100% adalah politis. Hal ini sama dengan yang diungkapkan oleh pak wawali Sofyan Edi kepada CNB di dalam silaturahmi di waktu yang berbeda.

Demikianpun sama juga apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati Kabupaten Malang, H.M. Sanusi bahwa CNB harus tetap istiqomah di dalam gerakannya dan apapun rintangannya sudah merupakan tantangan tersendiri, Pohon semakin besar maka angin bertiupnya juga semakin besar. CNB harus hadir tidak hanya sebagai pemberi tuntunan, CNB harus bisa memberikan tontonan yang bisa dijadikan tuntunan. itu semua pesan-pesan dari kepala daerah sesuai dengan 3 hal pokok gerakan CNB yaitu TONTONAN – TUNTUNAN – SANTUNAN.

jika ada yang mengaitkan CNB dengan masalah agama, justru orang tersebut belum memahami dengan betul tentang CNB karena justru di CNB pengurusnya multikultural dan multikeyakinan.

Pesan selanjutnya oleh pak Wali adalah *AGAMA TIDAK HARUS MENYUSAHKAN KITA* dan pak wali juga memberikan penjelasan secara gamblang tentang program HALAL CITY yang sudah disyahkan ke dalam RPJMD. Bahkan Bapak Walikota juga menunjukan video 3 dimensi tentang tata kelola perkotaan mulai dari segi Pariwisata, UMKM hingga tata kelola perparkirannya, dan yang paling menarik saat Pak Walikota Sutiaji memaparkan bahwa hingga saat ini mulai dari walikota yang terdahulu, Kota Malang belum mempunyai blue print masalah drainase sehingga Kota Malang kerapkali banjir. Hal inilah yang akan digagas oleh Pak walikota ke depannya.

karena gayeng dan cairnya suasana dalam silaturahmi hingga tak terasa sudah waktunya sholat subuh. Berikutnya CNB akan tetap melakukan Budaya silaturahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama serta lembaga-lembaga lainnya, sehingga kesinambungan dan gayung bersambut semua untuk memajukan kebudayaan asli Malang Raya khususnya”. Ringkasan awak media dalam Cangkrukan Ngaji Budaya
(dik/dd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button