Daerah

FH, Ajukan Praperadilan, Dalam Kasus Pengadaan Peningkatan Jalan Jenangan-Pesugihan 2017

Ponorogo,jarrakpos.com-Polres Ponorogo beberapa waktu yang lalu, telah menetapkan 6 tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan peningkatan jalan Jenangan-Pesugihan tahun 2017. Saat belum memasuki sidang, salah satu tersangka berinisal FH, mengajukan gugatan praperadilan, melalui Garda Yustisia. Sidang dengan hakim tunggal itu, digelar perdana Selasa (19/7). Didalam ruang Cakra Pengadilan Negeri Ponorogo, sidang digelar dua kali, pada pukul 10 pagi dan 4 sore.

Seusai sidang Mohammad Pradhipta Erfandhiarta, SH MH, penasehat hukum FH mengatakan, pada prinsipnya pihaknya mempertanyakan tidak dikirimkannya SPDP kepada pemohon. “Kemudian yang kedua terkait, kami mempertanyakan sertifikat kompetensi tim penyidik tindak pidana korupsi,”katanya.

“Ibaratnya kalau kami mendampingi client selalu menunjukkan berita acara sumpah dan KTA, bahwa kami adalah advokat yang resmi. Maka selama kami mendampingi client, belum pernah ditunjukkan sertifikat kompetensi yang sama,”lanjutnya.

Pengacara muda itu juga mengatakan, pihaknya baru mengajukan pra peradilan saat ini disebabkan dibutuhkan banyak pertimbangan. Termasuk untuk mengumpulkan materi, mengingat sidang pra peradilan itu 7 hari harus sudah selesai.

“Sehingga jangan sampai kita buru buru masuk tapi tidak siap materinya, malah merugikan client. Sepanjang perkara ini belum diperiksa di Pengadilan, maka masih terbuka untuk pra peradilan,”paparnya.

Dari ke enam tersangka itu, 4 diantaranya ASN Dinas PUPR Kabupaten Ponorogo. NHD sebagai PPK pada Dinas PUPR, EP sebagai pemenang tender, FH Sebagai pelaksanaan riil/sub kontraktor, S sebagai ketua PPHP, K sebagai sekretaris PPHP dan ME sebagai anggota PPHP.(dd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button