Daerah

KRPH Belum Melakukan Tindakan Hukum Atas Dugaan Illegal Logging di Kawasan Pantai Wisata Wonogoro Malang

Malang,JatimJarrakpos.com -Illegal Logging menjadi salah satu masalah yang masuk skala global karena dampak yang dihasilkannya. Karena itu kasus Illegal Logging ini merupakan komitmen prioritas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam aksi pemberantasan pembalakan liar guna menyelamatkan keanekaragaman hayati dari perusakan dan kepunahan.

Menurut Inpres Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu Illegal (Illegal Logging) dan Peredaran Hasil Hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser secara tidak sah. Termasuk diantaranya berbagai kegiatan penebangan, pengangkutan, dan penjualan kayu yang tidak mendapatkan ijin resmi dari pemerintah setempat.

Pantauan Awak Media di lokasi mengenai dugaan kasus perusakan cagar budaya, pembalakan liar illegal logging yang menggegerkan warga setempat yang terjadi di kawasan Pantai Wisata Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pasalnya, ada satu pohon besar dengan ukuran bulat 157 cm jenis kayu Ketapang yang diperkirakan berumur kurang lebih 42 Tahun tumbang ke tanah akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab, Rabu (14/9/2022) pagi.Pohon yang diduga ditebang orang yang tidak bertanggung-jawab di Kawasan Pantai Wonogoro, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Sementara itu, dampak yang ditimbulkan dari perusakan ini memiliki dampak yang negatif, tidak hanya untuk manusia namun juga lingkungan secara luas. Utamanya yang ditimbulkan adalah deforestasi, kehilangan biodiversitas dan pemanasan global yang berakibat pada krisisnya kesehatan, tidak hanya itu, dan juga sangat berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir, terlebih illegal logging yang dilakukan di kawasan hutan lindung yang dekat dengan pesisir pantai.
Informasi yang terhimpun Awak Media, berdasarkan keterangan narasumber dan para saksi di lokasi kejadian dugaan penebangan dilakukan secara ilegal atau tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Dugaan penebangan pohon secara ilegal tersebut dilakukan pada malam hari Selasa (13/9/2022) malam pada saat kondisi sepi oleh orang yang tidak bertanggung-jawab.

”Kejadiannya malam hari Selasa (13/9/2022) malam saat kondisi sepi, kami bersama warga terutama Angota Padepokan Tunggul Wulung selaku pemangku wilayah Pantai Wonogoro langsung menghubungi pihak berwenang yaitu KRPH Sumbermanjing Kulon. Selanjutnya, KRPH Sumbermanjing Kulon mengatakan akan segera ditindak lanjuti dan berjanjian untuk bertemu pada pagi harinya namun kami tunggu sampai detik ini belum datang,“ ungkap Tahal Budiono, saksi sekaligus pihak pemangku wilayah pantai dari Padepokan Tunggul Wulung di lokasi, Rabu (14/9/2022) pagi.
Lebih lanjut, Tahal Budiono menjelaskan, terhitung sejak hari Rabu (14/9 /2022) masih belum ada tindakan dari pihak yang berwenang (KRPH Sumbermanjing Kulon). Terkait kasus perusakan cagar alam atau illegal logging ini harus benar-benar disikapi dan ditindak-lanjuti secara tegas agar ada efek jera bagi pelaku.
Kami tidak main-main dalam kasus ini, kalau KRPH Sumbermanjing Kulon dirasakan kurang maksimal menanganinya, maka kami juga tidak segan-segan akan melaporkan masalah ini ke pihak yang lebih atas, di Jalan Dokter Cipto sana pusatnya,” tegas Tahal Budiono.
Sementara Mantri KRPH Sumbermanjing Kulon, Sulistiono yang sempat kroscek ke lokasi tumbangnya pohon di Kawasan Pantai Wonogoro atas ulah orang yang tidak tanggung-jawab, pada hari Rabu (14/9/2022) sore menyampaikan kepada Tahal Budiono agar barang-bukti kayu yang sudah ditebang agar dijaga supaya tidak geser dari tempatnya untuk kepentingan penyidikan oleh pihak berwajib.

“Saya juga sempat berpesan kepada Bapak Tahal Budiono agar barang-bukti kayu yang ditebang yang sudah tergeletak di atas tanah agar dijaga supaya tidak geser dari tempatnya untuk kepentingan penyidikan oleh pihak berwajib,” ujarnya di lokasi, Rabu (14/9/2022) sore.
Namun anehnya, hingga saat ini dari pihak KRPH Sumbermanjing Kulon semenjak adanya laporan dari warga terkait permasalahan ini pada hari Selasa (13/9/2022) malam, bahkan pihak KRPH Sumbermanjing Kulon sudah melakukan kroscek di lokasi pada hari Rabu (14/9/2022) sore. Namun, hingga saat ini belum melakukan tindakan hukum.
Senada juga disampaikan oleh Yatminto, Ketua Padepokan Tunggul Wulung saat berada di lokasi kejadian tersebut bersama Wakilnya, Kasidi dan beberapa anggota padepokan. Atas kejadian ini, pihaknya dan masyarakat sangat menyesalkan dan berharap agar benar-benar ada penindakan hukum secara tegas kepada pelaku.

”Saya dan juga masyarakat berharap agar pihak berwajib mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan biarkan mafia illegal logging ini, perusak cagar alam bebas berkeliaran dan bebas merusak ekosistem hutan lindung dan hayati yang berdampak buruk pada bumi pertiwi dan kehidupan di masa depan,” ucapnya di lokasi, Jum’at (16/9/2022) siang. Bersambung….
(dik/dd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button